salam

SELAMAT DATANG DI BLOG KU
JADIKAN DIRI KITA
AKTIF DAN PRODUKTIF...!!!


ANDA PENGUNJUNG KE

Senin, 02 April 2012

MAHALNYA NILAI KEJUJURAN GURU
Oleh : Sukamto, S.Pd. *)


Keinginan negara Indonesia supaya bisa mengejar ketertinggalannya dengan negara-negara maju di dunia pendidikan dibuatlah oleh pemerintah Indonesia suatu sistim penilaian pendidikan yang kita kenal dengan Ujian Nasional. Sudah kesekian kalinya model penilaian Ujian Nasional berubah-ubah karena masih adanya kelemahan-kelemahan, diantaranya mematikan kreativitas siswa, meremehkan mata pelajaran lain di luar mata pelajaran Ujian Nasional, mematikan kelangsungan hidup sekolah, dan timbulnya ketidakjujuran.

Tujuan pendidikan yang baik, sistim pendidikan yang baik, jika pelaku pendidikan tidak baik akan menghasilkan kualitas peserta didik yang rendah. Seperti terjadinya kebocoran naskah soal Ujian Nasional, joki mengerjakan soal Ujian Nasional, bantuan mengerjakan ujian Nasional oleh oknum guru, rekayasa nilai rapor, hal inilah yang menyebabkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih rendah.

Dampak dari kebiasaan ketidakjujuran mulai dari peserta didik, pendidik, pimpinan sekolah menimbulkan masalah-masalah, seperti pengangguran, kemiskinan, terjadinya korupsi dimana-mana, kriminalitas, dan moralitas generasi muda yang semakin merosot. Hal ini jika tidak diperbaiki mulai saat ini akan mempersulit negara Indonesia keluar dari permasalahan hukum, ekonomi, dan teknologi, politik, sosial dan budaya.

Kualitas sumber daya manusia itu bisa baik ditentukan oleh para pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sistim pendidikan, guru, peserta didik, dan stakeholder. Sehubungan dengan itu unsur-unsur di atas yang harus segera dibenahi sedikit demi sedikit. Dan tidak kalah pentingnya koordinasi, semangat, kesadaran, dan punya niat untuk memperbaiki diri dari pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan.

Para pengambil kebijakan di bidang pendidikan dalam menyusun model pembelajaran, kurikulum, dan penilaian siswa supaya berdasar pengalaman, pengembangan dan penyerapan model pendidikan dari negara-negara maju yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Para guru mengutamakan kejujuran, keterbukaan, keadilan, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Peserta didik gemar membaca, jujur, rajin, disiplin, dan kerja keras. Stakeholder memberikan dukungan dan bantuan pada kegiatan pendidikan.

Selama ini masih terjadi ketidakjujuran, kurang keterbukaan, dan belum adilnya guru dalam menjalankan tugasnya. Ada sebagian guru belum berani menyampaikan kelemahannya pada guru lain, ada guru yang tidak mengoreksi tugas-tugas yang diberikan pada siswanya. Padahal hal tersebut merupakan bentuk-bentuk membiasakan perilaku kejujuran guru kepada atasan, orangtua/wali siswa, dan peserta didiknya.

Jujur berarti mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Biasanya seorang guru untuk memberanikan diri mengatakan sesuai kenyataan kurang adanya keberanian. Maka bisa dikatakan bahwa nilai kejujuran itu amatlah mahal sekali, mudah diucapkan tapi sulit dilakukan/diucapkan. Dan untuk berbuat jujur perlu pengorbanan seperti menanggung rasa malu.

Dalam dunia bisnis kejujuran yang harus diutamakan untuk menjaga kepercayaan pada pelanggan dan konsumen untuk meningkatkan keuntungan. Banyak perusahaan besar berani menginformasikan kecacatan produknya lewat media masa dengan biaya yang tinggi, memberikan ganti rugi pada pelanggan dan konsumen bila terjadi cacat produk barang yang sudah dijual, serta melakukan product recall ( menarik kembali produk yang sudah dipasarkan) untuk diganti rugi. Hal seperti inilah yang harus ditiru oleh guru, pengelola sekolah yaitu keberanian mengakui kekurangannya dan keterbukaan pada masyarakat.

Kemajuan di bidang pendidikan bisa terwujud salah satunya adalah sikap jujur, dan sikap jujur akan terbentuk dan menjadi budaya dilingkungan guru dan pengelola sekolah melalui hal-hal tersebut di bawah ini:
1.    Meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
2.    Membiasakan perilaku disiplin guru
3.    Bersedia menerima saran dan kritik
4.    Adanya keterbukaan dalam menjalankan tugas
5.    Mengevaluasi kekurangan dan kelebihan diri
6.    Pengorbanan dalam bentuk berani menanggung malu
7.    Penilaian yang obyektif dan menyampaikan hasil penilaian pada siswa.

Untuk lebih jelasnya hal-hal tersebut di atas akan saya bahas satu persatu bagaimana cara untuk menanamkan sikap jujur guru dalam menjalankan tugas proses belajar mengajar sebagai berikut.

Masih ada sebagian sekolah yang kurang perhatian terhadap peningkatan kesadaran beragama pada guru dan peserta didik. Guru masih terfokus pada pemenuhan penyelesain tugas mengajarnya dan siswa masih melulu mempelajari materi pelajaran wajib saja. Agar ketaqwaan guru dan siswa semakin meningkat perlu dilaksanakan pengajian rutin bagi guru-guru dan bagi siswa.

Memulai dan mengakhiri proses belajar mengajar sebagian guru masih belum tepat waktu. Pemanfaatan waktu jam belajar kurang efisien mengakibatkan siswa kurang menaruh kepercayaan pada guru. Maka budaya disiplin menjalakan tugas mengajar perlu ditingkatkan untuk membentuk perilaku hidup jujur.

Jika guru mengalami kesalahan penyampaian materi atau kekurangan menguasai materi harus bersedia mengakui kekurangannya dan siap menerima masukan dan kritikan dari rekan guru serta meminta bantuan pada atasan atau rekan guru yang menguasai materi yang bersangkutan. Juga berani mengatakan pada siswa jika tidak bisa menjawab pertanyaan dari siswa dengan cara sedemikian rupa yang penting kredibilitas guru tidak jatuh.

Keseriusan guru dalam melakukan penilaian tugas-tugas siswa masih kurang sempurna, seperti belum melakukan analisis penilai hasil tes, belum memberikan koreksi dengan menunjukkan kesalahan siswa dalam menjawab soal tiap butir soal. Sehingga siswa belum bisa mengetahui seberapa besar tingkat kemampuannya dan belum bisa mengatahui kesalahan menjawab soal.
                
"Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, sesungguhnya kejujuran itu membawa pada ketenangan dan kebohongan itu membawa pada keraguan." Musnad Ahmad 1630

Jika tujuh unsur di atas bisa dilakukan oleh pengelola sekolah dan guru, hal ini akan menjadi tauladan pada peserta didik. Sehingga jika perilaku jujur sudah menjadi budaya akan meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi, dan persoalan-persoalan yang sulitpun akan bisa diselesaikan dengan baik. Mengerjakan soal Ujian Nasional tidak akan menemui kesulitan karena siswa sudah memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan bisa terwujud perilaku jujur dilingkungan dunia pendidikan.

*) Guru kewirausahan, Kaprogli TKJ SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo

KARAKTER PENDENDAM PENGHAMBAT KEMAJUAN
BANGSA INDONESIA

Pemerintahan Belanda yang sudah merencanakan pembangunan di bidang tata kota, pertanian, dan perkebunan pada saat menguasai wilayah nusantara dengan tujuan perkembangan pembangunan semakin maju. Tetapi setelah Indonesia bisa menguasai lagi wilayah nusantara, sebagain rakyat Indonesia menebangi pohon-pohon produktif seperti pohon kopi dan pohon karet. Sehingga sumber air berkurang dan pembangunan di bidang perkebunan semakin menurun.

Demikian juga pada saat pemerintahan orde baru dengan REPELITA untuk mengatur pembangunan di Indonesia yang bisa menjadikan Indonesia menjadi negara pengekspor beras atau swasembada beras dan hutan-hutan sudah mulai subur. Begitu terjadi reformasi sebagaian rakyat Indonesia yang punya sifat pendendam menebangi pohon-pohon produktif di seluruh hutan di Indonesia. Akibatnya terjadi banjir, sumber air berkurang, dan suhu semakin panas dan terjadi pergeseran musim hujan dan kemarau.

Pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Arifin Panigoro juga tidak luput dari sifat pendendam. Setelah Arifin Panigoro menjadi ketua umum PSSI melarang pemain ISL menjadi pemain Timnas Indonesia. Akibatnya Timnas kalah 10 – 0 karena pemainnya kurang pengalaman dan berasal dari club-club baru yang kualitasnya masih rendah.

Saat ini harga BBM akan dinaikkan oleh pemerintah dibawah kepemimpinan SBY, partai oposisi dalam mengkritisi masih atas dasar emosional, kebencian dan dendam. Akibatnya sebagaian rakyat awam melakukan demo yang anarkis dan harga-harga meningkat. Seharusnya dalam meyampaikan pendapatnya tidak hanya menunjukkan kekurangan pemerintah dalam melakukan perhitungan dan menunjukkan kekurang tepatan dalam menentukan alternatif-alternatif, tapi juga mencarikan alternatif yang tepat dan cara penyelesaian yang efektif dan efisien sehingga perekonomian akan stabil dan meningkat.

Mahasiswa dalam menjalakan aksi demo masih menonjolkan pemaksaan kehendak dan anarkis. Seharusnya intelektual mahasiswa diperlihatkan dengan cara demo yang santun, menjaga ketertiban dan ketentraman lingkungan, memahami atau menguasai materi permasalahan yang dihadapi rakyat dan pemerintah sehingga bisa memberikan penyelesaian masalah yang terjadi.

Akibat dari  sifat dendam, kebencian dan emosional dari sebagaian rakyat, partai oposisi, pengurus baru, dan pemimpin baru akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
1.    lambatnya perkembangan kualitas di segala bidang;
2.    kerusuhan sering terjadi di mana-mana;
3.    perpecahan sering terjadi di dalam organisasi, partai dan pemerintahan;
4.    mudah diadu domba oleh pihak-pihak luar

Sebagai anggota, warga, pengurus, dan pemimpin yang baik jika tidak menyukai atau tidak menyetujui kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pengurus atau pemimpin organisasi, lembaga atau pemerintahan yang lama maka pengurus atau pemimpin yang baru melakukan cara-cara seperti di bawah ini:
1.    pengurus atau pemimpin baru tidak dendam pada pengurus atau pemimpin lama;
2.    merubah kebijakan yang tidak baik yang dibuat pengurus atau pemimpin lama serta;
3.     melanjutkan kebijakan baik dan masih relevan yang dibuat oleh pengurus atau pemimpin lama.

Jika kita bisa melakukan hal-hal tersebut di atas saya kira ketentraman, kesejahteraan, kemajuan bangsa Indonesia akan bisa terwujud. Bagaimana dan mungkinkah itu bisa terjadi?...Semua itu tergantung dari kesadaran kita bersama.

 Malang, 21 Maret 2012
Penulis : Sukamto, S.Pd., guru Kewirausahaan SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo

Selasa, 31 Januari 2012

MUHAMMADIYAH PEDULI LINGKUNGAN

PROGRAM PENANAMAN BIBIT POHON 1 MILYAR
Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) kab. Malang membuka penghijauan di JLS Miri desa Sumberoto kec. Donomulyo, Muhammadiyah tidak hanya membina tauhid, akhlak, syariat, tapi warga di ajak kepedulian terhadap lingkungan alam sekitar supaya Allah tidak menimpakan bencana seperti banjir, kekeringan, gempa bumi, dan pemanasan global.
Bpk. Danramil kec. Donomulyo mengajak generasi muda untuk menggali kekayaan alam di sekitar JLS yang belum terjamah agar menambah devisa negara dan membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar JLS
Bpk. Danramil kec. Donomulyo mengawali penanaman bibit disaksikan ketua PDM kab. malang bertopi merah
Bpk. Sekcam Donomulyo dan perangkat desa Donomulyo semangat kebersamaan dalam mendukung penghijauan disaksikan Sukamto, S.Pd guru SMK Muh 6 (kaos biru) dan Slamet dinas pertanian kab Malang (kaos bergaris)
Kondisi pertanian yang sejuk, asri, subur menambah kenyamanan dan kerinduan akan kelestarian alam Indonesia yang gemah ripah lohjinawi
Medan yang licin pada musim hujan menyebabkan sedikit hambatan perjalanan peserta penghijauan, namun peserta tetap semangat dan merupakan kenangan yang tak terlupakan
Inilah salah satu jembatan di JLS Miri desa Sumberoto yang menghubungan antara desa Purwodadi dan desa Sumberoto, dan selama ini sudah bisa memperlancar distribusi hasil pertanian dan memperlancar perjalanan siswa-siswi menuju tempat belajar
TNI, Mahasiswa UMM, dan warga Sumberoto mendengarkan dengan cermat cara penanaman bibit pohon secara benar dari dinas kehutanan kabupaten Malang
Siswa-siswi SMK Muh. 6 Donomulyo siap melaksanakan penghijauan



Bpk. Tholib salah satu pengurus (PCM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Donomulyo tidak mau ketinggalan untuk melestarikan lingkungan agar penurunan pemanasan global bisa terwujud sehingga bisa terhindar dari bencana alam




Sukamto, S.Pd. salah satu guru SMK Muh 6 yang semangat dalam gerakan penanaman bibit pohon 1 milyar yang di canangkan oleh presiden SBY, semoga Indonesia menjadi paru-paru dunia dan bermananfaat untuk keseimbangan lingkungan
Siswa SMK Muh. 6 dan mahasiswa UMM bekerja sama dalam menanam bibit pohon, inilah salah satu contoh generasi muda yang peduli pada lingkungan

Selasa, 10 Januari 2012

PERTEMUAN TRI BULAN KE 3 BANI MARTO


Pertemuan Tri Bulan Ke III keluarga Bani Marto Semi di rumah Sdr. Sudiro jl Suropati Batu


H. Slamet, Gunawan sedang menikmati hidangan


Sukamto melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan mulai Oktober s.d. Desember 2011


dari kika Kardiono, Supriono, dan Novi sedang membahas sesuatu permasalahan


dari kika Hj. Ida Slamet, Hargiati, Umi, Mujilah mendengarkan laporan kegiatan


dari kika Bandono, Dima, Hargiati, dan Gunawan menikmati prasmanan


dari kika Bu. Winardi, Ninik dan Bandono