Selasa, 23 Agustus 2011

KEGIATAN SELAMA BULAN AGUSTUS 2011



Ibu Aisyiyah Donomulyo Menyanyikan Mars Muhammadiyah
di Gedung Trisula Donomulyo



Tim Gerak jalan putra klas X TSM SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo
di lapangan Kedung Salam



Tim Gerak jalan putri klas X TKJ SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo



Kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru 2011/2012 SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo

MANAFAAT SILATURAHIM


Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda, "Ketika Allah menciptakan makhluk-Nya, setelah menyelesaikannya, rahm berdiri sambil memegangi pakaian kebesaran Sang Maha Penyayang (Allah). Allah berfirman, "Cukup. Ada apa ini?" Rahm berkata, "Ini adalah tempat berlindung kepada-Mu dari pemutusan hubungan silaturahim." Allah berfirman, "Tidakkah kamu senang bahwa Aku akan menyambung (rahmat-Ku) untuk orang yang menyambung silaturahim, dan memutus (rahmat-Ku) untuk orang yang memutus silaturahim?" Rahm menjawab, "Ya, wahai Tuhanku." Allah berfirman, "Maka itulah (janji-Ku) untukmu." Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah jika kalian suka ayat ini, "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan." (QS Muhammad/47: 22)

Selain sebagai kebajikan, menyambung silaturahim juga mendatangkan manfaat dan keberkahan. Dalam sebuah Hadis shahîh yang diriwayatkan al-Bukhari, Nabi SAW menegaskan, "Man sâra an yubsatha lahu fî rizqihi wa yunsa`a lahu fî atsarihi falyashil rahimahu." Barangsiapa ingin diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahim.

Dalam riwayat Tirmidzi dijelaskan lebih luas tentang manfaat silaturahim, "Pelajarilah/kenalilah nasab kalian yang dapat menyambung silaturahim, karena silaturahim menumbuh kecintaan dalam keluarga, memerbanyak harta, dan memanjangkan umur."

Imam Ahmad meriwayatkan, "Menyambung silaturahim dan keharmonisan bertetangga, dapat memakmurkan rumah tangga dan menambah umur."

Ketika Islam memerintahkan sesuatu kepada pemeluknya, tentu ada kemaslahatan bagi mereka sebagai mukallaf. Bila dihayati lebih jauh, makna silaturahim dapat meluaskan rezeki, dapat dilihat dalam prinsip dunia bisnis yang menyatakan bahwa semakin banyak relasi, maka bisnis akan kian berkembang.

Bisa jadi orang yang selalu luas menjalin silaturahim, rezeki akan mendatangnya dari berbagai arah. Adalah suatu hal yang logis, bila kemitraan dan relasi publik merupakan kunci sukses sebuah bisnis saat ini. Seperti pola bisnis MLM (Multi Level Marketing) yang menerapkan konsep kekeluargaan, kemitraan dan relasi dengan jitu.

Universalitas silaturahim

Silaturahim atau menyambung tali persaudaraan bersifat universal. Tak terbatas hubungan darah, agama, atau daerah. Silaturahim dibangun pada fakta bahwa semua manusia adalah makhluk Tuhan, berasal dari satu turunan Adam dan Hawa. Oleh karena itu, Islam mengakui adanya persaudaraan universal, di samping ukhuwwah islamiyah di kalangan penganut kaum Muslimin.

Dalam sebuah riwayat yang dikisahkan oleh Jabir ibn Abdullah: Saat sebuah iring-iringan jenazah lewat, maka Rasulullah sontak berdiri (sebagai penghormatan). Kamipun berdiri sambil bertanya, "Wahai Rasulullah, jenazah itu seorang Yahudi!" Rasulullah menjawab, "Jika lewat jenazah hendaklah kalian berdiri." (HR al-Bukhari)

Begitulah Nabi mengajarkan tentang universalitas persaudaraan manusia. Meski si jenazah seorang Yahudi, namun ia juga manusia yang layak mendapat penghormatan.

Islam selalu mengajarkan pemeluknya untuk berbuat baik kepada sesama, menghargai orang lain walau berbeda keyakinan. Bahkan, seorang anak harus bersikap baik dan terus menyambung silaturahim kepada kedua orangtuanya sekalipun berbeda keyakinan.

Allah berfirman, "Dan jika keduanya memaksamu untuk memersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik." (QS Luqmân/31: 15)

Memang, tali silaturahim pada awalnya bersifat hubungan darah langsung, namun ini tak berarti menyambung tali silaturahim kepada orang yang tidak memiliki hubungan darah kurang berarti. Secara mikro, manusia memiliki hubungan berdasarkan hubungan darah, kekerabatan, kesukuan, kebangsaan. Tapi secara makro, manusia di seluruh dunia terikat hubungan sebagai makhluk Tuhan yang saling terikat satu dengan lainnya.

Dalam konsep al-Qur'an (QS an-Nisâ/4: 36) dinyatakan ada beberapa pihak yang selalu dijaga hubungannya oleh seorang Muslim. Di antaranya kedua orangtua, al-jâr dzil-qurbâ (tetangga yang ada hubungan kekerabatan), al-jâr al-junûb (tetangga tidak ada hubungan kekerabatan), serta shâhib bil-janbi (teman dalam perjalanan).

Bahkan ath-Thabari justru menafsirkan al-jâr dzil-qurbâ sebagai tetangga yang memiliki talian satu keyakinan, sedangkan al-jâr al-junûb adalah tetangga yang tidak satu keyakinan.

Ath-Thabrani dan al-Bazzar mengeluarkan sebuah Hadis yang mendukung konsep ini, "Tetangga terdiri dalam tiga macam. (Pertama,) tetangga yang memiliki satu hak, yaitu seorang musyrik yang hanya memiliki hak tetangga. (Kedua,) tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang Muslim yang memiliki hak tetangga dan hak Islam. (Ketiga,) tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu seorang Muslim yang memiliki talian hubungan darah, hak tetangga, hak Islam dan hak rahm/kerabat)."

Meskipun riwayat ini dinyatakan dha'îf oleh sebagian ahli Hadis, namun maknanya shahîh dan sangat sesuai dengan visi maupun misi Islam sebagai rahmatan lil-'âlamîn.

Untuk itu Ali Naif Sahud, sosiolog Muslim, menegaskan bahwa bangunan sosial kemasyarakatan dalam Islam terbangun berlandas pada tiga pondasi: hubungan talian darah (rahm), hubungan kekerabatan (qarâbah), dan ketetanggaan (jiwâr).

Kembali kepada fitrah

Silaturahim merupakan fitrah manusia. Sebab, sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi satu dengan lainnya. Sebagai zoon politicon, tentunya manusia harus menerima kenyataan tentang perbedaan. Perbedaan ini tetap ada dalam bingkai keragaman yang bermuara pada manusia yang satu.

Bersilaturahim berarti menjaga persaudaraan manusia. Persaudaraan manusia adalah fitrah. Itulah sebabnya ketika menjelang hari raya 'Id Fitri, kaum Muslimin yang memiliki kelebihan makanan pokok diwajibkan membayar zakat fitrah. Karena pada dasarnya, membayar zakat dan memberi sedekah merupakan bagian dari menjaga tali persaudaraan.

Tidaklah heran bila kemudian Rasulullah mengkaitkan kecintaan di antara masyarakat karena saling memberi. "Tahâdau fainnal hadiyyata tudzhibu wa'ârish-shadri." Saling memberilah di antara kalian, karena suatu pemberian akan menghilangkan kedengkian hati.

Kembali ke fitrah merupakan dambaan setiap insan yang patuh kepada Tuhannya. Ketika manusia telah kembali kepada fitrah, maka ia telah menjadi manusia seutuhnya. Dengan demikian, kehidupan pun akan menjadi indah dan harmonis.

Tidak mustahil bangsa yang beragam suku, bahasa, dan agama seperti kita dapat memertahankan kesatuan di atas keragaman, selama tali persaudaraan di antara komponen bangsa di jaga. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr, niscaya akan terwujud. Wallâhu a'lam bish-shawâb.

Jumat, 07 Mei 2010

REUNI KELUARGA BANI MARTOSEMI DONOMULYO

Kurang lebih 45 tahun Keluarga Mbah Marto Semi baru kali ini bisa mengumpulkan mulai cicit, cucu, anak Mbah Marto Semi secara spesial, sehingga perasaan senang, gembira, rindu dan bangga bercampur menjadi satu. Reuni dilaksanakan di Bandung Jakarta pada saat salah satu cucu Mbah Marto yang bernama Prawoto mengadakan perikahan anak laki-lakinya.
Pada hari Minggu, 11 Oktober 2009, disepakati secara tertulis dibentuknya Pengurus Keluarga besar Bani Marto Semi. Sehingga dengan dibentuknya pengurus akan dilaksanakan reuni secara rutin setiap 2 tahun sekali.


Cicit, cucu, dan anak Mbah Marto di depan Hotel Rinjani, Jl. Pelajar Pejuang 45 Bandung

Notulen asli pembentukan pengurus keluarga Bani Marto Semi


Pernikahan anak dari Bpk. Prawoto di Bandung



Dari Kika, Didik, Dwianto, Sukamto, Basuki, Kus, Riono, Sodik, dan Supriono

Dari Kika, Supriono(Uplik), Kus, dan Supriono (Nondul), mendengarkan

Sambutan Bpk. Prawoto selaku yang punya hajat pernikahan





Bpk. Prawoto (berkaca mata) menyambut kedatangan keluarga dari Malang

Bpk. H. Slamet Riyadi memimpin pembentukan pengurus keluarga Bani Marto Semi



Mandi, Sarapan pagi di Yogjakarta, Waregkono Ma, Ben gak Luwe !

Kaos Kuning lorek hitam sedang nglamun, mikir opo Dim ?

Kamis, 22 April 2010

CARA MEMAHAMI KEJUJURAN SENYUMAN

Senyuman merupakan unsur terpenting dalam bahasa tubuh (body language) dan mewakili suasana hati si pemilik senyuman apakah dalam kondisi gembira, bersedih, bosan dan lain sebagainya.
Bagaimana cara memahami suasana kejiwaan tatkala seseorang tersenyum kepada kita inilah cara yang dianjurkan dengan melihat unsur yang mewakilinya yaitu :

1.Urat Wajah
Urat-urat di pipi kiri dan di sekitar dua mata yang kita gunakan pada saat tersenyum bekerja di luar kesadaran manusia, tergantung suasana hakiki perasaan orang tersebut. Pada saat kedua belah bibir dipaksakan untuk tersenyum, cobalah perhatikan adanya perbedaan yang jelas antara pipi kiri dan kanan.

2.Mata
Kedua mata akan menyempit dan sipit, ketika terbentuk sebuah senyuman yang berasal dari dalam hati. Sebaliknya jika senyuman dipaksakan, meski mulut tersenyum tetapi kondisi mata tidak terpengaruh tetap seperti apa adanya. Perhatikan mata seseorang pada saat tersenyum akan menunjukkan garis senyuman dan kehangatan ekspresinya.

3.Mulut
Untuk menyingkap kepalsuan sebuah senyuman, perhatikan pada saat bibir atas naik sampai taraf maksimal, ternyata bibir bawah membentuk segi empat tanpa ada gerakan apapun pada tulang rahang. Keadaan inilah bias disebut sebagai senyuman penuh kepalsuan.

4.Lamanya Tersenyum
Senyuman yang tulus dan jujur terjadi dalam waktu yang relative singkat, tidak lebih dari empat detik dan menyebar ke seluruh wajah. Sedangkan senyum kepalsuan biasanya lebih lama dan tidak harmonis, kelihatan seperti hanya sebagian saja wajahnya tersenyum sementara dibagian wajah lainnya tidak tersenyum.

5.Perasaan
Perasaan hati tidak dapat dibohongi, orang yang menerima sebuah senyuman penuh kejujuran hati dari orang lain akan merasakan efek dari senyuman tadi dan bergembira karenanya. Sedangkan jika senyum itu penuh kepalsuan, hatilah yang akan merasakan bahwa orang tersebut senyumnya tidak tulus atau dipaksakan.

Semoga bermanfaat buat para sobat

Sumber : Lora Amir Husin

Selasa, 20 April 2010

Menang Tanpo Ngasorake, Ngluruk Tanpo Bolo, Sugih Tanpo Bondo, lan Sakti Tanpo Aji

Indah falsafah SH Terate yang satu ini, jika kita sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika diartikan secara harfiah makna falsafah tersebut adalah sebagai berikut:
Menang tanpo ngasorake artinya menang tanpa merendahkan
Ngluruk tanpo bolo artinya menggeruduk tanpa bala tentara atau bala bantuan
Sugih tanpo bondo artinya kaya tanpa harta benda
Sakti tanpo aji artinya sakti tanpa ajian
Itulah seharusnya sikap insan Terate yang berpegang teguh pada falsafah ini. Kemenangan tidak selalu harus dilakukan dengan perang. Kemenangan yang didapatkan dari lawan tidak selalu beradu fisik, dan yang pasti, sebagai insan Terate, menang tanpa musuh merasa direndahkan ataupun dilecehkan. Orang SH Terate tidak pernah takut meskipun harus bertarung/berperang sendirian. Orang SH Terate bersikap kestaria. Orang SH Terate bisa kaya meskipun tanpa harta benda, artinya lebih bermakna kepada rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Semesta Alam. Harta benda hanyalah salah satu bagian dari kekayaan. Namun sesungguhnya kekayaan sejati tidaklah diukur semata-mata dari banyaknya harta yang dimiliki, akan tetapi lebih kepada kekayaan hati yang luhur, mulia, pemaaf, dan penuh kesyukuran.
Kesaktian atau ilmu kanuragan dan kadigdayaan tidak ada gunanya sama sekali jika digunakan untuk kesombongan. Sesungguhnya sebagai orang SH Terate berprinsip pada bahwa seseorang yang sakti itu karena sikap dan perilaku yang mulia dan baik. Kesaktian bukan diukur dari tingginya ilmu kanuragan ataupun ilmu-ilmu kesaktian sejenis. Orang yang paling sakti adalah orang yang berperilaku mulia terhadap sesama dan pasrah kepada Penciptanya.
Oleh karena itu, sebagai insan Terate, marilah kita berperilaku seperti bunga teratai. Marilah kita pegang prinsip dan falsafah kita baik-baik agar dalam setiap langkah dan setiap tindakan kita mencerminkan prinsip-prinsip mulia SH Terate, dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun kepada alam sekitarnya - memayu hayuning bawono.

Posted by Lintang Sunu

PANAS BANTER

Cuaca sekarang ni...kalau tak hujan pagi, maka bahangnya akan terasa sampai ke petang. Silap-silap terus ke malam apabila udara-udara panas meruap dan masuk ke dalam umah. Maka tidur pun boleh jadi bermandi peluh.

Pokcik sebenarnya bukan merungut akan cuaca yang panas ini tetapi perubahannya yang ketara kebelakangan ini membuatkan hati sedikit resah.

Di kampung pokcik sendiri, sekarang ni arinya sudah catu. Siang tak ada. Petang baru di buka. Maka jenuh jugalah hendak merancang aktiviti-aktiviti yang berkenaan dengan air. Pulak tu, bila dah berkeluarga ramai, ada anak-anak kecik maka bertambah-tambah susahlah hendak menjalani rutin seharian, seperti membasuh, memasak, mandi, sembahyang dsb. Ramai yang merungut. Nak buat macam mana, terpaksa buat begitu kerana air di sungai pun dah kering.

Harap-harap keadaan ini tidak berlanjutan. Dalam keadaan bumi yang kering dan gersang ni eloklah kita berdoa selalu supaya hujan turun kerap. Buatsembahyang minta hujan pun elok. Maklomlah, hanya DIA sajalah tempat kita mintak tolong kerana hakikatnya kita ini manusia lemah.

Pokcik pun hari tu semasa di kampung, berkipas juga siang malam pagi dan petang. Memang terasa sungguh panasnya di tambah pula dengan keadaan air yang bercatu-catu tu, lagilah haru.

Tapi tak mengapalah. Sekurang2nya air kopi warung simpang tu masih ada lagi. dan tetap sedap kalau diminum...

HUMOR

Bedanya Orang Jaman Dulu Dengan Sekarang

Kalau sudah nongkrong di cafe dan sudah ada sajian di meja, nggak enak kalau nggak ada obrolan yang asyik. Hmmm... daripada bengong maksudnya. Tapi lebih asyik lagi kalau obrolannya di tambahi tebak-tebakan.
Di sebuah cafe, Coffee Corner lantai paling atas (terbuka), disalah satu meja itu ada beberapa orang yang banyak ngakaknya daripada menyentuh minumannya. Ternyata semuanya memang suka ngobrol yang lucu-lucu dan main tebak-tebakan. Dan salah satu tebak-tebakannya mengenai perbedaan orang jaman dulu (jaman kerajaan) dengan orang jaman sekarang.
Andy : "Semua orang pasti butuh tidur khan? walaupun itu orang jaman dulu maupun orang di jaman sekarang pasti butuh tidur."
Widya : "Ya...iyalah...tidur itu enak kok"
Andy : "Apa perbedaannya orang jaman dulu dengan sekarang pada saat sebelum tidur ?"
Yudi : "Orang jaman dulu nggak pake cuci kaki"
Andy : "Salah....ya udah aku kasih sedikit bantuan. Masih ada kaitannya dengan sesuatu yang penting bagi mereka-mereka ini"
Widya : "Enggak membantu sama sekali cuih...wakakakaka!!! "
Yudi : "Enggak tahu blas jawabannya"
Andy : "Jawabannya adalah kalau orang jaman dahulu itu sebelum tidur pasti ngeluarin kerisnya untuk di taruh di samping tempat tidur karena keris itu merupakan sesuatu yang penting di jaman itu, sedangkan orang jaman sekarang itu juga mengeluarkan sesuatu yang penting yaitu handphone (HP) terkadang hingga 2-3 buah handphone sebelum berangkat tidur." (kpl/wim)

Sumber : kalpanlagi.com

JAM DINDING MUHAMMADIYAH   Size : Diameter 30 cm Warna Dasar Biru logo putih dan Dasar Hitam logo gold kuning Harga Rp 120.000