salam

SELAMAT DATANG DI BLOG KU
JADIKAN DIRI KITA
AKTIF DAN PRODUKTIF...!!!


ANDA PENGUNJUNG KE

Kamis, 24 Desember 2009

SELAMAT TAHUN BARU

Pada bulan Desember 2009 ini kita memperingati dua tahun baru yaitu tahun baru 1431 H dan tahun baru 2010 masehi. Dalam tahun baru ini kita perlu mengevaluasi diri kita supaya kualitas diri kita bisa meningkat lebih baik.

Rabu, 21 Oktober 2009

Choice Plus, Meski Terpuruk Tak Ingin Pindah Haluan

Tidak keliru Dicky Sumarsono yang mengawali bisnisnya sebagai jasa konsultan ikut ‘memperaktikkan’ teorinya dengan mengenalkan beberapa brand produknya seperti Donutboyz, The Bizztro dan Mama’s Nasgor dan Redgrill Steak & Shakes. Kini outletnya tersebar belasan kota di tanah air.

Jangan coba-coba terjun ke bisnis yang sama sekali tidak dikuasai, karena pertaruhannya sangat besar. Bagitu ‘petuah’ dari sejumlah pakar bisnis. Bisa jadi usaha keras yang telah dirintis menjadi sia-sia. Bisnis tumbang modal pun melayang. Pasti, siapa pun tidak tak ingin mengalami nasib naas seperti itu. Meski begitu, petuah tadi bukan dimaksudkan untuk melemahkan mental melainkan agar calon pengusaha ini lebih jeli dalam memetakan sektor bisnis yang tepat untuk dijalankan.

Banyak cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari lubang ketidakberuntungan itu. Salah satunya fokus pada bisnis yang ditekuni. Seperti Dicky Sumarsono, pemilik PT. Choice Plus Indonesia, yang sama sekali tidak tergoda untuk pindah haluan. “Saya tetap disini. Karena bidang saya Perhotalan dan Restaurant,” ujar Dicky ketika ditanya kemungkinannya untuk banting stir.

Padahal Dicky yang mengawali usahanya sebagai konsultan hotel dan restaurant dengan bendera Choice Plus Indonesia ini merasakan bagaimana dahsyatnya dampak krisis moneter 1998. Ketika itu sebagian besar sektor lumpuh termasuk perbankan yang menjadi urat nadi perekonomian nasional. Imbasnya, banyak perusahaan limbung akibat daya beli masyarakat yang terus menurun. Tak terkecuali Choice Plus yang sempat mengalami sepi order. “Saya tidak sempat menghitung berapa tepatnya penurunan omzet yang terjadi,” kata Dicky.

Meski dihantam begitu keras, Choice Plus masih bisa bertahan. Bahkan lambat laun terus berkembang. Sampai akhirnya Dicky memutuskan untuk melakukan pengembangan usaha dengan memperkenalkan konsel waralaba unttuk beberapa brand miliknya. Antara lain Donutboyz, The Bizztro dan Mama’s Nasgor dan Redgrill Steak & Shakes. Pemilihan usaha tersebut, seperti dijelaskan, lantaran kebutuhan orang akan bisnis hotel, restaurant, lounge, coffee shop masih sangat banyak. Sementara tingkat persaingan ketika itu masih termasuk rendah.

“Modal kita 100% hanya otak dan komitmen. Kita memutuskan untuk mengembangkan bisnis franchise karena hampir di seluruh dunia sedang menjadi trend,” tambah jebolan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti angkatan 1991 ini. Uniknya, di Indonesia saat itu justru hanya ada franchise yang berasal dari luar negeri. Sementara beberapa franchise lokal yang produknya tak kalah unik dan kreatif ternyata masih dipandang sebelah mata.

Sebenarnya tidak mengherankan jika akhirnya muncul pandangan seperti itu. Karena dikalangan pengusaha pun konsep franchise atau waralaba masih tergolong baru. Bahkan mereka khawatir, jika kelak konsep usahanya bakal ditiru sehingga penjualannya akan merosot. Pola pikir semacam itu justru memberi peluang pada Dicky untuk mulai mem-franchisekan produknya dan bersaing dengan franchise asing lainnya.

Gambaran tentang prosuk yang difranchisekan, diantaranya: Donutboyz yaitu dengan konsep bakery shop atau cafe yg menjual donut kentang, roti, kopi & coklat. The Bizztro Dining & Coffee mengusung konsep coffee shop yg menjual beraneka ragam jenis kopi, coklat, ice blend, smoothies, pasta & asian fusion food. Sedangkan Mama's Nasgor menggunakan konsep restaurant santai & casual yg menjual lebih dari 50 macam nasi goreng, snack & chinese food. Sementara layanan lainnya berupa bidang jasa set up, konsultan dan pembuatan hotel, resto, lounge dan coffee shop. Ada juga jasa paket training program dan pembuatan standard operating procedure.

Krisis 1998 bukanlah satu-satunya yang menghadang laju bisnisnya. Pada tahun 2004 bertepatan dengan digelarnya masa pemilu, omzetnya juga sempat mengalami penurunan. “Masa pemilu yang sangat panjang, hampir 1 tahun lamanya, omzet kita turun karena semua anggaran terfokus untuk pemilu atau kegiatan kampanye,” tambah Dicky. Tapi tidak berlangsung lama karena setahun berikutnya usahanya kembali bangkit.

Dari empat merek yang diwaralabakan, menurut Dicky, Donutboyz mendapatkan respon paling tinggi oleh konsumen. Ada beberapa alasan yang mendasari, yakni pertama, bisnis ini lebih mudah dalam hal pengoperasiannya. Kedua, donut bukan termasuk produk trend yang sewaktu-waktu booming dan sebentar hilang. Tapi sudah merupakan sebuah kebutuhan. Ketiga, makanan ini disukai disegala usia dari anak-anak hingga orang dewasa. “Bermunculannya donut lokal seperti J.Co dan beberapa merek lainnya ikut mendongkrak citra makanan ini sehingga makin banyak yang mengkonsumsi,” papar Dicky yang ikut merasakan dampak positif dari ramainya franchise donut di tanah air.

Dicky mengawali usaha Donutboyz dengan membuka outlet pertamanya tahun 2005 di Solo. Sambutannya cukup positif, dimana BEP hanya dicapai dalam kurun waktu 10 bulan. Baru setahun kemudian, konsep franchise DOnutboyz mulai diperkenalkan. Kini setelah diwaralabakan jumlah outletnya berkembang menjadi 122 buah yang tersebar di 14 kota di Indonesia.

Bagi yang tertarik ada tiga macam konsep franchise DoNutboyz yang ditawarkan dengan investasi yang berbeda. Konsep Bakery Shop misalnya, dibanderol dengan harga Rp160 juta, konsep Café sedikit lebih mahal yaitu Rp250 juta. Sedangkan yang ingin memiliki master area franchise atau yang menguasai untuk satu kota tertentu calon franchisee harus merogoh kocek sebanyak Rp350 juta.

Dengan melihat patokan harga yang ditawarkan tampak bahwa Dicky membidik pengusaha kalangan menengah. Khususnya pengusaha di daerah-daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Melihat kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya menggeliat, Dicky tidak terlalu agresif dalam rencana pengembangan usahanya. Untuk tahun ini ia hanya menargetkan The Bizztro bertambah 3 outlet, Donutboyz 3 outlet dan Mama’s Nasgor bertambah 1 outlet.

Respon pasar yang diterima untuk beberapa merek yang diusungnya ternyata sangat positif. Tengok saja, dalam sebulan Donutboyz mampu menjual 20 ribu piece donut di seluruh Indonesia. The Bizztro Dining & Coffee sekitar 100kg coffee & chocolate per bulan atau sekitar 11.000 cangkir coffee & chocolate sebulan Sedangkan untuk jasa konsultan sekitar 12 proyek per tahun.

Dengan keberhasilan bisnis yang sekarang dicapai wajar jika Dicky memiliki obsesi dalam mengembangkan produknya. “Saya ingin sekali bisa membuka gerai Donutboyz atau The BizztroDining & Coffee di Singapura, Malaysia dan Australia,” ujar Dicky. Tak hanya itu, Choice Plus juga diharapkan bisa menjadi perusahaan konsultan hotel dan restaurant yang selalu dibutuhkan oleh para pengusaha di seluruh Indonesia. “Obsesi saya bisa masuk dalam 3 perusahaan konsultan terbesar di Indonesia dan memiliki gedung sendiri di Jakarta dan Solo ( Choice Plus Indonesia Tower ),” pungkas Dicky.


© 2009 Majalah Pengusaha - Peluang Usaha dan Solusinya

Senin, 19 Oktober 2009

Peluang Usaha Bebek Presto


Di daerah bagian timur Malang ada kompleks perumahan yang disebut Perumahan Sawojajar. Dahulu kawasan ini adalah kawasan pertanian yang subur. Kini telah berubah menjadi kawasan perumahan. Luasnyapun makin lama makin bertambah menggusur area pertanian yang ada. Memang perkembangan perumahan di Malang sangat pesat

Perumahan Sawojajar ini termasuk salah satu tempat favorit saya untuk ‘mengisi perut ‘. Asal tahu saja, akses jalan yang bagus disertai dibuka dan diperbaikinya beberapa jalan tembus menjadikan perumahan ini semakin ramai. Akibatnya, seperti biasa, kawasan yang semula adalah perumahan kini menjadi area bisnis yang menarik. Kini rumah menjadi toko, ruko dan kantor banyak berdiri, pedagang kaki lima hingga restoran disana sini. Kini tidak tampak lagi kalau kawasan ini adalah perumahan. Akibat lain, harga tanah disini terus merangkak naik, sehingga sangat beruntung mereka yang berinvestasi properti di kawasan ini.
Makanan yang paling saya suka di Sawojajar ini adalah Bebek Presto. Bagaimana peluang usaha bebek presto ini ?

Daging bebek memang berbeda dengan daging ayam dari sisi rasa. Menurut saya daging bebek jauh lebih gurih daripada daging ayam. Memang daging bebek lebih alot. Namun dengan presto daging bebek bisa lunak dan gurihnya tidak hilang.
Kalau di Sawojajar tersebut bebek presto masih dijual di kali lima, sebenarnya Anda bisa lebih dari itu. Anda bisa membuka rumah makan / restoran dengan menu andalan bebek presto. Usaha rumah makan memang sebaiknya ada menu andalan. Dan dengan menu andalan itulah Anda bisa menciptakan merek untuk usaha Anda.

TIPS Usaha Bebek PrestoDari sudut pandang saya sebagai konsumen, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam usaha bebek presto ini antara lain :
1. Pemilihan lokasi
Lokasi rumah makan yang favorit bagi saya adalah yang halamannya luas, sehingga mobil atau sepeda motor dengan leluasa dan aman bisa parkir. Atau jika halamannya tidak luas, minimal jalannya lebar, sehingga mudah bagi kendaraan untuk parkir. Kendaraan adalah barang berharga, sehingga jika parkir kurang nyaman dan aman, pelanggan Anda tidak akan tenang saat makan.
Saya juga biasa mempertimbangkan lokasi rumah makan tersebut bising atau tidak. Kalau bising, misalnya terlalu dekat dengan jalan raya atau bengkel, pelanggan tidak bisa santai menikmati hidangan

2. Menu Andalan
Di bisnis makanan, Anda sebaknya memiliki menu andalan. Kalau usaha bebek presto, bebek prestonya bisa Anda jadikan menu andalan. Menu andalan ini bisa menjadi merek bagi usaha Anda. Sebagai contoh, di Malang ada rumah makan “Es Selun” dengan menu andalan Es Teler. Disamping menjual es, ternyata ada puluhan menu lagi, mulai dari masakan jawa hingga china.

3. Penataan Ruang
Berkenaan dengan penataan ruang, hal ini tergantung siapa target pasar Anda. Kalau calon konsumen Anda adalah menengah ke atas, perhatikan faktor privacy. Misalnya penataan meja kursi jangan terlalu berdekatan antar pelangan. Hal ini tentu beda dengan jika pelanggan Anda adalah mahasiswa.
Suasana ruangan bisa diatur sesuai dengan selera Anda, yang penting menyenangkan bagi pelanggan. Anda juga bisa mendesain ruang dengan ciri khas tertentu, dengan tidak meninggalkan nuansa rumah makan.

4. Harga
Penentuan harga biasanya tergantung banyak hal seperti lokasi Anda dimana (kali lima atau restoran besar), banyaknya tiap porsi, dan tentu saja harga kebutuhan bahan pokok masakan tersebut. Sebagai pertimbangan, di Malang harga bebek presto yang dijual di kali lima Rp 10.000 / porsi. Kalau di restoran saya perkirakan Rp 20.000 - 30.000

Jangan lupa, cantumkan harga di daftar menu Anda. Hal ini lebih melegakan konsumen dan saya yakin lebih membuat dagangan Anda laku. Banyak konsumen yang merasa tertipu karena pedagang tidak mencantumkan harga di daftar menu. Konsumen biasanya malu untuk bertanya harga. Jika harga tidak dicantumkan, biasanya konsumen akan ‘mengira-ngira’ sendiri harga. Dan ini kadang banyak merugikan pedagang sendiri. Ada konsumen yang menahan belanja, karena takut harganya mahal. Ada juga yang belanja berlebihan tanpa memperhitungkan harga, tapi setelah tahu harganya dan setelah makanan dikonsumsi, ia merasa tertipu. karena itu, tunjukkan harga di awal sehingga konsumen bisa memperkirakan pengeluaran mereka.

5. Kebersihan
Kebersihan kunci sukses usaha makanan. Kebersihan ini meliputi ruangan, perabotan dan tentu saja makanan. Sekali konsumen Anda menemukan sesuatu yang jorok, jangan berharap dia akan kembali. Dan yang pasti ia akan menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Inilah pentingnya kontrol kualitas, terlebih jika usaha Anda sudah besar6. Pelayanan

Sebagaimana bisnis yang lain, pelayanan yang baik harus Anda berikan. Jangan biarkan konsumen menunggu lama. Mereka yang datang ke restoran dalam kondisi lapar. Jangan biarkan mereka semakin tersiksa dengan lamanya pelayanan Anda, lebih-lebih jika bau masakan Anda menyebar (tambah ‘keroncongan’ dong….). Untuk masakan tertentu memang persiapannya butuh waktu yang agak lama, karena itu Anda bisa menyiasati hal ini.

Cara Membuat Bebek Presto
Membuat bebek presto tidaklah sulit. Proses pembuatan bebek presto biasanya menggunakan alat khusus yang disebut panci presto / alat presto. Untuk skala kecil bisa Anda beli di toko-toko peralatan rumah tangga. Sementara untuk skala besar bisa Anda beli Mesin Presto .com.
Prinsip kerja dari alat presto adalah produk dikukus pada tekanan tinggi secara konstant. Alat presto ada yang menggunakan LGP ataupun minyak tanah sebagai bahan bakarnya. detail bisa dilihat di Mesin Presto .com. Lama proses memasak agar bebek lunak sekitar 30 menit.
Bagaimana dengan resep / bumbunya ? Kalau resep sebenarnya sesuai dengan selera. Kalau yang biasa saya pesan setelah bebek dipresto bebek tersebut dibakar. Penyajiannya dengan lalapan mentimun dan beberapa sayuran.

Bebek Presto Bumbu Kari
Dibawah ini resep dan cara memasak bebek presto bumbu kari. Saya ambilkan dari Oxone-online.com
Bahan:1 ekor bebel, potong jadi 8 bagian500 ml santan encer200 ml santan kenal2 buah bawang bombay, iris dadu

Bumbu:5 siung bawang putih10 butir bawang merah5 cm jahe5 cm kunyit10 buah kapulaga1/2 sdt ketumbar utuh1/2 jintan1/2 sdt adas manislada, pala, garam secukupnya5 buah pekak3 asam kandis5 tangkai salam koja5 lembar daun jeruk

Cara Membuat:
1.
Haluskan bawang putih, bawang merah, jahe, dan kunyit.
2.
Sangrai kapulaga, ketumbar, jintan, dan adas. Kemudia haluskan, sisihkan.
3.
Tumis semua bumbu halus hingga harum.
4.
Masukkan bebek, aduk rata. Tuang santan encer lalu pindahkan ke dalam panci presto. Kemudian presto selama 30 menit, angkat.
5.
Tambahkan santan kental lalu masak hingga matang, angkat, sajikan.

Jumat, 09 Oktober 2009

CAR CARE CENTER

Car Care Center, Tawaran Menggiurkan Bisnis Perawatan Kendaraan

Wednesday, 07 October 2009
Kebutuhan masyarakat yang begitu luas akan layanan perawatan mobil membuat bisnis Care Care Center (C3) tetap mengkilap. Sistem franchise yang kini dikembangkan bertujuan semua member C3 bisa mendapatkan layanan terbaik dimanapun mereka berada. Russanti Lubis

Anda ingin berbisnis? Tapi bagaimana jika modal yang dimiliki jumlahnya terbatas dan Anda sendiri tidak begitu paham dengan urusan pengelolaan dan pengembangannya. Ada baiknya Anda mencoba memilih usaha yang dikembangkan dengan sistem waralaba atau franchise. Sistem ini dipercaya menawarkan win-win solution. Dalam arti franchisor tidak perlu mengeluarkan modal terlalu besar untuk mengembangkan bisnisnya, sedangkan franchisee bisa cepat merintis bisnis dengan resiko yang kecil.

Namun, Anda sebaiknya tidak sembarang mengambil bisnis yang dikembangkan dengan sistem franchise. Karena seringkali dijumpai franchise yang menawarkan iming-iming berbagai kemudahan dan fleksibilitas. Misalnya, jika franchisee tidak sanggup mengembangkan usahanya, maka yang bersangkutan boleh memindahtangankan kepada pihak lain dengan seijin franchisor. Atau franchisor berhak mengambil usaha tersebut dengan mengembalikan franchise feenya (fee back guarantee)

“Franchise semacam itu hanya mencari uang, bukan untuk membantu mengembangkan bisnis,” ujar Nancy, Business Development Director Car Care Center (C3). Seperti diketahui, banyak perusahaan yang setelah menerima pembayaran akan bersikap hit and run. Franchise semacam itu, menurut Nancy, lebih tepat disebut bagi hasil atau kerja sama. Karena, franchise menganut aturan-aturan yang jelas dan transparan.

Perusahaan C3 yang berdiri pada tahun 2001, juga dikembangkan dengan sistem franchise. Pertimbangannya, perusahaan ingin agar masyarakat yang tercatat sebagai member bisa mendapatkan kemudahan pelayanan dimana pun mereka berada. “Kami juga ingin memperluas jaringan karena marketnya masih luas. Dan jika member diberi pelayanan lebih maka hasilnya akan lebih bagus,” tambahnya.

Sistem franchise ini dipilih juga karena alasan efisensi. Bisa dibayangkan jika C3 ingin membuka cabang di sejumlah kota besar, perusahaan yang berkantor pusat di Jalan K.H Mas Mansyur ini tentu akan menghadapi keterbatasan seperti sumber daya manusia (SDM), pendanaan dan sebagainya. “Karena itulah, kami membutuhkan partner yang serius ingin berbisnis, tapi tidak mengetahui bagaimana caranya. Sedangkan hubungan yang nantinya terjalin bersifat simbiose mutualisme yaitu mereka memiliki bisnis mandiri dan kami memiliki partner-partner, di berbagai kota yang bisa kami support,” jelas alumnus Perbanas ini.

Apa sih C3? “C3 merupakan bisnis perawatan mobil, di luar mesin. Perusahaan ini, menawarkan konsep yang berpijak pada tiga pelayanan utama yaitu car wash, car detailing atau yang disebut orang awam sebagai salon mobil, dan car protection. Di samping itu, tersedia juga layanan pendukung lain, seperti oil center, tire, seat cover, window film, accessories, dan lain-lain,” jelasnya

Ke depan, item-item tersebut diatas akan menjadi kebutuhan bagi masyarakat terutama yang tinggal di kota-kota yang sudah maju dan penuh dengan kesibukan. Masyarakat bisa saja mencuci mobil sendiri dirumah. Tapi tentu perlu waktu khusus, peralatan yang lengkap, biaya yang tidak sedikit, sementara hasilnya belum tentu bersih. “Singkat kata bisnis pencucian mobil sangat menjanjikan, marginnya juga bagus,” imbuh kelahiran Binjai, hampir 40 tahun lalu itu.

C3 menyediakan tujuh paket franchise yaitu Car Care; Car Care & Hydrolic 3; Car Care & Autowash AW-300; Car Care, Hydrolic 2, & Autowash AW-300; Car Care, Hydrolic 2, & Autowash SA-200; Car Care, Hydrolic 3, Tyre Center, & Car Protection; Car Care, Autowash, Hydrolic 3, Tyre Center, & Car Protection. Nilai investasinya berkisar Rp125 juta−RpRp1,1 milyar yang dialokasikan untuk franchise fee sebesar Rp50 juta−Rp200 juta, peralatan dan lain-lain senilai Rp75 juta−Rp900 juta. Sedangkan royalty feenya sebesar 5% dari omset per bulan.

Tentang nilai investasi yang ditawarkan, Nancy tidak memungkiri bila ada calon franchisee, yang berpendapat bahwa nilai itu terlalu tinggi. “Kalau ingin membuka usaha car wash asal buka ya bisa saja. Enggak susah kok. Tapi, bisnis ini tidak hanya membutuhkan peralatan tetapi juga sistem, SDM, cara mengelolanya, dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, dengan nilai investasi sebesar itu, ia melanjutkan, franchisee akan mendapatkan brand C3, know-how, dan hal-hal lain yang biasa diterima franchisee. Selama lima tahun, tambah Nancy, pihaknya akan terus mensupport urusan operasional, marketing, promosi, iklan dan masalah lain yang bisa dibantu. Biaya untuk itu semua sudah terangkum dalam franchise fee. Bahkan, pada saat pembukaan, media expose, dan lain-lain, pihaknya juga mengeluarkan berbagai biaya, yang tidak diketahui franchisee. “Tapi, kalau mau berbicara secara apple to apple, sebenarnya dalam bisnis ini mereka justru saving cost,” ujarnya.

Franchise fee, ia menambahkan, berlaku selama lima tahun. Pertimbangannya, agar tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lama. “Secara bisnis, kami melihat bahwa dalam jangka waktu itu, mereka sudah balik modal. Apalagi, pada umumnya mereka tidak full komitmen. Jadi, kalau misalnya kami memberi masa berlaku 10 tahun, agar mereka bisa dengan gampang mengembangkan bisnis mereka, berarti mereka juga harus menunggu hingga 10 tahun untuk dapat balik modal,” jelasnya.

Untuk BEP (Break Even Point), C3 menetapkan rentang waktu 1,5 tahun–2,5 tahun. Tergantung pada investasi mereka untuk lokasi. Misalnya, jika lokasi yang mereka pilih di mal maka BEPnya bisa lebih cepat. Sebaliknya, jika lokasi mereka di sekitar SCBD di mana untuk membangun tempatnya saja membutuhkan biaya mencapai Rp1 milyar, otomatis BEPnya lebih lama. Untuk mencapai BEP tersebut, omset per bulan sangat tergantung pada paket yang diambil. Misalnya, untuk paket Car Care & Hydrolic 3, omset per bulan haruslah Rp40 juta–Rp50 juta.

“Omset sebesar ini dapat diperoleh dengan cepat. Karena, rata-rata per hari salon mobil mampu membukukan omset sebesar Rp7 juta,” ujarnya. Sekadar informasi, C3 menetapkan tarif untuk berbagai pelayanannya berkisar Rp900 ribu–Rp3 juta

Di luar itu semua, juga terdapat fasilitas tambahan yaitu sistem kepengelolaan atau bantuan manajemen. Fasilitas ini, diberikan kepada franchisee yang merasa kurang mampu mengembangkan sendiri usahanya, karena satu dan lain hal. Misalnya, kekurangan SDM yang memenuhi kualifikasi. “Fasilitas ini bukan keharusan dan hanya bersifat support. Tapi, untuk yang full management, kami membebankan management fee sebesar 2%−3% dari omset per bulan. Untuk sementara ini, kami baru bisa melakukannya untuk wilayah Jakarta,” ungkapnya.

Prospeknya? Jika bicara tentang bisnis yang berkaitan dengan otomotif, karakternya sudah sangat jelas, marketnya selalu sold out, fix cost rendah tapi variable cost tinggi. Tak heran jika C3 mampu berkembang pesat denga memiliki 25 cabang (dua di antaranya milik sendiri, red.), yang tersebar di Aceh, Medan, Jakarta, Bumi Serpong Damai, Cibubur, Bekasi, Bandung, Solo, Cilacap, Surabaya, Bali, Banjarmasin, dan Samarinda.
“Berbicara tentang target, kami tidak memiliki target secara kuantitas, tetapi secara kualitas. Karena itu, kami akan merambah beberapa kota besar lain di Indonesia, seperti Makassar, Palembang, dan lain-lain. Rencananya, sampai akhir tahun ini kami akan membuka 10 cabang lagi,” pungkasnya.
Jika ingin mengutip/menyebarluaskan artikel ini harap mencantumkan sumbernya.

© 2009 Majalah Pengusaha - Peluang Usaha dan Solusinya

Kamis, 08 Oktober 2009

Strategi Usaha

Berbisnis, Berteman, dan Berjejaring

Belajarlah (bisnis) hingga ke Negeri China. Ini adalah hadist yang sangat populer yang menganjurkan kaum muslimin untuk gemar menuntut ilmu, termasuk ilmu bisnis. Kita tidak harus belajar bisnis ke negeri China, karena banyak sekali teman-teman kita dari Komunitas China sukses yang mau sukarela sharing bisnis di sini.
Ada petikan yang sangat penting ketika menonton wawancara tokoh bisnis sekaligus jawara entrepreneur Indonesia, Dr Ir Ciputra, dengan Farhan, host di acara Tatap Mata di TV One, beberapa waktu lalu.

Pak Ci, demikian ia dipanggil, konglomerat beretnis China ini menceritakan bagaimana ia kecil yang dilahirkan oleh ibunya disebuah warung kelontong, di pedalaman Sulawesi. Ia, yang baru bisa merangkak, tangannya sudah terbiasa menggapai barang dagangan ibunya. Ciputra kecil yang baru berumur 10 tahun sudah harus membantu ibunya melayani pembeli, dengan menjual beras, jagung dan kebutuhan pokok lainnya. Ciputra mengakui, bahwa talenta bisnisnya diasah sejak ia masih di dalam kandungan. Karena itu ia tidak asing dengan bisnis, bahkan ketika harus menggantikan peran ayahnya yang diculik oleh tentara Jepang di kurun waktu tahun 1942an.

Jejak Ciputra sebagai entrepreneur sejati memang telah terlihat dari awal. Ia eksis dalam kondisi ekonomi apapun. Dan negara ini perlu Ciputra-Ciputra yang lain, yang mampu mengolah ‘sampah menjadi emas-emas yang bernilai’ sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara, Indonesia.
Belajar dari Ahlinya

Berbisnis memerlukan keahlian, talenta, dan kebiasaan. Keahlian diperlukan karena tidak ada orang yang dapat mengusai semuanya. Jika anda ingin pandai memasak, pasti anda akan belajar dari orang yang ahli memasak. Tidak ada orang yang ingin ahli sebagai tukang masak belajar dari tukang jahit. Bisnis juga demikian. Jika ingin mendalami bisnis, belajarlah dari pebisnis sejati, orang-orang yang bergelut dalam bisnis, dan memiliki keahlian dan sukses berbisnis di bidang tersebut. Itulah mengapa, belajar bisnis itu penting dipraktekkan, karena akan banyak pengetahuan lain yang dapat diperoleh dalam perjalanan menggeluti bisnis.
Memiliki teman dan komunitas, sebagai tempat sharing untuk belajar berbisnis juga bagian yang sangat penting untuk berbisnis. Mereka yang awalnya awam berbisnis dapat bertukar pikiran, berbagi pengalaman tentang bisnis, dan bahkan lebih dari itu, mengikat talisilaturahmi dan persaudaraan.

Banyak hal positif yang dapat dipetik dari berbagai kegiatan berbisnis dan komunitas, terutama dalam hal menjaga ritme berbisnis yang kadang naik turun. Komunitas bisnis dalam lima tahun terakhir tumbuh subur, seperti Komunitas Tangan Diatas, Komunitas Bisnismart, Komunitas Young Entrepreneur Start Up, Komunitas Indonesian Young Entrepreneurs, hingga Paguyuban-paguyuban seperti Paguyuban Warung Tegal, Paguyuban Wong Soto Lamongan (yang anggotanya sebagian besar penjual Soto Lamongan) dll.

Ketika Majalah WK hadir dalam acara arisan Paguyuban Pedagang Mie Ayam Kaki Lima yang sebagian besar berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah, jumlah anggotanya ternyata luar biasa banyak. Pertemuannya akrab, gayeng, dan bertemu hanya sekedar arisan. Tak banyak urusan bisnis yang dibahas di sini.

Majalah WK mencoba memperoleh pendapat yang lain tentang tema ulasan berbisnis, berteman dan berkomunitas dari ‘Encik’ Jeslinda, pebisnis percetakan di Jakarta asal Medan yang usahanyanya melesat dalam 10 tahun terakhir. Ia mengungkapkan pendapatnya saat ditanya Majalah WK bagaimana kalangan muda China berbisnis, berteman dan berkomunitas.

Menurutnya, berteman penting, berkomunitas (bisnis) juga penting, tetapi yang lebih penting adalah lebih banyak waktu untuk memulai bisnis dan mengerjakannya daripada hanya sekedar membicarakannya.
“Kami kalau ketemu teman-teman hanya sesekali saja, itupun tidak harus berbicara tentang bisnis. Karena pada prinsipnya bisnis itu praktek lapangan. Tidak harus kita membeli bahan baku dari teman kalau harganya lebih tinggi dari yang lainnya. Kalau berbisnis, teman ya teman, bisnis ya bisnis. Jangan dicampur campur,” ujarnya.

Tetapi ada satu hal yang penting, jika anda ingin menjadi pebisnis sukses, anda harus mengikuti jejak sukses para pebisnis. Itu artinya anda tak harus minder meskipun bukan dari keluarga pebisnis, karena anda dapat belajar bisnis dari siapapun, dari teman, orang-orang disekitar anda.Kunci penting yang harus dijalankan adalah : Anda harus mencobanya!

Peluang Usaha

BISNIS BIOSKOP MINI

Jasa hiburan tak pernah terlanda krisis. Karena itu saya mendirikan Rental BiNiQu, singkatan dari Bioskop Mini Qu. Usaha ini selain menyewakan gedung bioskop mini, juga menyewakan VCD/DVD Original. Dengan menempati sebuah ruko yang berada di pusat kota Purwodadi, maka BiNiQu memiliki peluang untuk terus berkembang.

BiNiQu memberikan penawaran kepada masyarakat berupa jasa penyewaan VCD/DVD Original beserta tempat (Bioskop Mini). Dengan adanya sistem sewa perhari memberikan keuntungan kepada konsumen untuk menikmati film dengan menyesuaikan anggaran mereka, disamping itu mengurangi resiko keterlambatan pengembalian oleh konsumen ke BiNiQu.

BiNiQu akan selalu menyediakan koleksi film-film terbaru untuk konsumennya sehingga konsumen atau pecinta film tidak merasa ketinggalan dengan film-film baru yang telah rilis. Dengan biaya sewa perhari mulai Rp1500-3500, maka tidak sulit bagi BiNiQu memasuki pasar remaja atau pelajar, baik SMP, SMA maupun perguruan tinggi serta tidak menutup kemungkinan masuknya pasar masyarakat umum.
Karena itu, usaha ini akan dikembangkan dengan investasi sebesar Rp110juta, dengan perkiraan omzet perbulan mencapai sebesar Rp10,125juta. Usaha ini diperkirakan akan BEP pada bulan ke 20. Jika lokasinya strategis, tentu BEP lebih cepat dari yang diproyeksikan.

Sistem Keuangan Syariah

Di Australia, Empat Lembaga Keuangan Mengadopsi Sistem Keuangan Syariah

Setelah Malaysia, London, dan Singapura memproklamirkan diri sebagai pusat keuangan syariah, kini giliran Australia yang mulai tertarik menjadikan Sydney sebagai pusat keuangna syariah.

Dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Kevin Rudd pemerintah Australia memiliki rencana memperluas keuangan Islam hingga Sydney. Menteri Keuangan, pensiun dan hukum Chris Bowen mengatakan dengan Sydney sebagai pusat keuangan maka diharapkan akan dapat menarik dana- dana dari investor muslim. " Mayoritas populasi Muslim dunia berada di Asia. Singapura dan Kuala Lumpur mencoba menjadi pusat keuangan syariah dan saya rasa Australia bisa ikut ambil peran," Kata Bowen.

Ia pun menambahkan walau persentasi perbankan syariah masih kecil, namun industri tersebut dapat menjaring banyak dana dan membuka peluang kerja di Australia. Investasi keuangan syariah tidak diperbolehkan untuk berinvestasidi Alkohol, perjudian dan senjata. "Dana investasi syariah tak dapat ditempatkan di account biasa tapi banyak produk yang dapat disesuaikan untuk desain investasi syariah," ujar Bowen.

Industri keuangan syariah pun, lanjutnya, menjadi salah satu peluang yang bagus bagi Australia. Di Australia sendiri kini terdapat empat lembaga keuangan yang mengadopsi sistem keuangan syariah yaitu National Finance House, dan Muslim Community Co- operative of Australia.

Sebelumnya akademisi bank syariah dari Universitas Melbourne, Professor Abdullah Saeed mengatakan bank syariah memilki pertumbuhan yang potensial di Australia."Ada komunitas muslim disini, tetapi komunitas tersebut bukan hanya untuk muslim di Australia," kata Abdullah. Menurut dia banyak bank- bank konvensional yang tertarikdan sejumlah bank syariah juga mulai masuk ke Australia, sehingga tidak hanya membicarakan mengenai isu Islam. Selengkapnya... dapat dilihat di MES edisi Oktober 2009...

Khursid Ahmed

Siapa yang tidak kenal dengan KKhursid Ahmed dalam daftar nama- nama pelopor Ilmu Ekonomi Islam. Dia telah dikenal luas dan menjadi penggerak berbagai kegiatan yang mengangkat Ekonomi Islam ini kepermukaan lanskap internasional. Dialah yang menggagas konferensi Islam pertama tentang Ekonomi Islam di Jeddah yang sampai sekarang terus dilaksanakan

Sebagai mantan menteri keuangan dia banyak mendalami ekonomi Islam baik teori maupun praktek. Buku- bukunya tentang ekonomi Islam, perbankan, bunga dan topik lainnya sungguh banyak sekali. Sehingga Khursid Ahmed banyak dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai universitas, termasuk dari Eropa seperti dari Loughbourough University, UK.
Dalam usianya yang semakin tua, Khursid Ahmed masih tetap gigih berjuang. Saat ini dia memimpin The Islamic Foundation yang bermarkas di UK yang menerbitkan beberapa buku tentang Islam dan melaksanakan berbagai kegiatan dakwah di UK termasuk lembaga MIHE yang menawarkan program Master dan Ph.D serta sertifikasi bidang ekonomi, keuangan perbankan Islam serata kajian Islam lainnya.

Disamping giat di bidang dakwah, Khursid Ahmed adalah pemimpin oposisi di parlement Pakistan pasca pemilu yang dimenangkan partai oposisi pasca kematian Benazir Bhutto. Dia berusaha untuk membanting stir Pakistan agar lebih Islami. Di mana ada kegiatan internasional tentang Ekonomi Islam, dia selalu ada dan menunjukan antusiasnya kepada perkembangan ekonomi Islam.

Khursid Ahmed menyadari bahwa masih banyak yang dibenahi. Menurut dia, ekonomi Islam itu harus bisa mencapai Maqasud Syariah. Namun saat ini perjuangan umat Islam baru pada tahap mengusahakan agar kegiatan perbankan sesuai syariah (syariah compliance). Umat Islam harus terus berjuang agar sistem ekonomi dilakukan lebih adil, lebih sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, dia menyambut baik kerjasama yang lebih intensif antara MIHE dan IEF Universtas Trisakti.

Rabu, 02 September 2009

BERITA DESA DONOMULYO


Panorama pantai Ngliyep Donomulyo kabupaten Malang

Berita sekitar kecamatan Donomulyo dan sekitarnya bisa anda klik disini http://www.donomulyoview.com/