salam

SELAMAT DATANG DI BLOG KU
JADIKAN DIRI KITA
AKTIF DAN PRODUKTIF...!!!


ANDA PENGUNJUNG KE

Kamis, 08 Oktober 2009

Khursid Ahmed

Siapa yang tidak kenal dengan KKhursid Ahmed dalam daftar nama- nama pelopor Ilmu Ekonomi Islam. Dia telah dikenal luas dan menjadi penggerak berbagai kegiatan yang mengangkat Ekonomi Islam ini kepermukaan lanskap internasional. Dialah yang menggagas konferensi Islam pertama tentang Ekonomi Islam di Jeddah yang sampai sekarang terus dilaksanakan

Sebagai mantan menteri keuangan dia banyak mendalami ekonomi Islam baik teori maupun praktek. Buku- bukunya tentang ekonomi Islam, perbankan, bunga dan topik lainnya sungguh banyak sekali. Sehingga Khursid Ahmed banyak dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai universitas, termasuk dari Eropa seperti dari Loughbourough University, UK.
Dalam usianya yang semakin tua, Khursid Ahmed masih tetap gigih berjuang. Saat ini dia memimpin The Islamic Foundation yang bermarkas di UK yang menerbitkan beberapa buku tentang Islam dan melaksanakan berbagai kegiatan dakwah di UK termasuk lembaga MIHE yang menawarkan program Master dan Ph.D serta sertifikasi bidang ekonomi, keuangan perbankan Islam serata kajian Islam lainnya.

Disamping giat di bidang dakwah, Khursid Ahmed adalah pemimpin oposisi di parlement Pakistan pasca pemilu yang dimenangkan partai oposisi pasca kematian Benazir Bhutto. Dia berusaha untuk membanting stir Pakistan agar lebih Islami. Di mana ada kegiatan internasional tentang Ekonomi Islam, dia selalu ada dan menunjukan antusiasnya kepada perkembangan ekonomi Islam.

Khursid Ahmed menyadari bahwa masih banyak yang dibenahi. Menurut dia, ekonomi Islam itu harus bisa mencapai Maqasud Syariah. Namun saat ini perjuangan umat Islam baru pada tahap mengusahakan agar kegiatan perbankan sesuai syariah (syariah compliance). Umat Islam harus terus berjuang agar sistem ekonomi dilakukan lebih adil, lebih sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, dia menyambut baik kerjasama yang lebih intensif antara MIHE dan IEF Universtas Trisakti.

Tidak ada komentar: